Empat Siswa SMAN 1 Bantaeng Raih Juara FLS3N 2026

BANTAENG, Jumat, 8 Mei 2026-Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bantaeng (SMAN 1 Bantaeng) meraih sejumlah prestasi pada ajang Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Bantaeng tahun 2026. Dulunya (2025) bernama Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Prestasi tersebut diraih pada cabang lomba monolog, jurnalistik, desain poster, dan menulis cerita pendek.

Keberhasilan itu diumumkan setelah rangkaian lomba FLS3N tingkat kabupaten selesai dilaksanakan di Kabupaten Bantaeng. Prestasi para siswa dinilai menjadi bukti konsistensi SMAN 1 Bantaeng dalam mengembangkan bakat dan kreativitas peserta didik di bidang seni dan literasi.

Pada cabang monolog, siswa bernama Nurfhadilah berhasil meraih Juara I dengan bimbingan guru Santi Susanti, S.Pd. Penampilan monolog yang dibawakan dinilai mampu memadukan penghayatan karakter, ekspresi, dan teknik vokal secara kuat di hadapan dewan juri.

Sementara itu, Aulia Khairunnisa meraih Juara I cabang jurnalistik dengan bimbingan Dr. Jihad Talib, S.Pd., M.Hum. Karya jurnalistik yang ditampilkan dinilai memiliki kekuatan data, ketajaman sudut pandang, serta kemampuan menyusun informasi secara runtut dan faktual.

Pada cabang desain poster, Restu Azzahra juga berhasil membawa SMAN 1 Bantaeng meraih Juara I di bawah bimbingan Marwan Mangun, S.Kom. Poster yang dibuat mengangkat pesan edukatif dengan perpaduan visual kreatif dan komunikasi yang efektif.

Prestasi lainnya diraih Andi Subarkah yang berhasil menjadi Juara I cabang menulis cerita pendek dengan bimbingan Dr. Jihad Talib, S.Pd., M.Hum. Cerita pendek yang ditulis mengangkat tema sosial dan dinilai memiliki kekuatan narasi serta kedalaman pesan.

Kepala SMAN 1 Bantaeng menyampaikan apresiasi atas capaian para siswa dalam ajang tersebut. “Prestasi ini merupakan hasil kerja keras siswa, guru pembimbing, dan dukungan sekolah dalam membina potensi peserta didik secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sekolah terus mendorong pengembangan kompetensi siswa tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga seni, sastra, dan literasi. Menurutnya, ajang FLS2N menjadi ruang penting untuk melatih kreativitas, keberanian, dan kemampuan komunikasi siswa.

Guru pembimbing jurnalistik dan menulis cerita pendek, Dr. Jihad Talib, mengatakan keberhasilan siswa lahir dari proses latihan yang disiplin dan konsisten. “Kami berusaha membangun budaya literasi dan keberanian berkarya di sekolah agar siswa mampu bersaing secara sehat dan kreatif,” katanya.

Jihad Talib juga menilai para siswa menunjukkan kemampuan adaptasi dan semangat belajar yang tinggi selama proses persiapan lomba. Ia menyebut bahwa pembinaan dilakukan tidak hanya pada aspek teknis penulisan, tetapi juga penguatan ide, riset, dan cara menyampaikan pesan.

Guru pembimbing monolog, Santi Susanti, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan bakat seni. “Kami berharap prestasi ini tidak berhenti di tingkat kabupaten, tetapi dapat berlanjut hingga tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Marwan Mangun, S.Kom yang menilai kreativitas siswa saat ini berkembang sangat cepat dengan dukungan teknologi digital. Ia menambahkan bahwa sekolah perlu terus menyediakan ruang dan fasilitas agar kreativitas tersebut dapat tumbuh secara positif.

Berdasarkan hasil FLS3N tingkat Kabupaten Bantaeng tahun 2026, para juara akan dipersiapkan untuk mengikuti seleksi di tingkat berikutnya. SMAN 1 Bantaeng juga berencana meningkatkan program pembinaan seni dan literasi guna mempertahankan tradisi prestasi sekolah.

Keberhasilan para siswa pada ajang FLS3N tahun ini mempertegas posisi SMAN 1 Bantaeng sebagai salah satu sekolah yang aktif mendorong pengembangan potensi akademik dan nonakademik peserta didik. Sekolah berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berkarya, berprestasi, dan membawa nama baik daerah di tingkat yang lebih tinggi.(Jie Talib)